Minggu, 10 Juni 2012

Kisah Penciptaan Pria dan Wanita



http://elsaelsi.files.wordpress.com/2010/07/muslimah.jpg
Ada sebuah kisah tentang penciptaan ‘Pria’ dan ‘Wanita’. Pada saat sang pencipta telah selesai menciptakan pria, ia baru menyadari bahwa ia juga harus mencipakan wanita. Padahal semua bahan untu menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria.

Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.
Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung, dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan berbicara dari burung kutilang, dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau, dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka sang pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya : “Tuhan, ciptaanmu yang telah engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta slalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang mengembalikan wanita itu kepadamu, karena aku tidak bisa hidup dengannya.”
“Baiklah” kata sang pencipta.
Dan ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu kemudian, pria itu datang kembali kepada Tuhan, dan berkata :
“Tuhan, sejak aku mengembalikan wanita ciptaanmu, kini aku merana kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku. Tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, kemanapun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. dikala aku sendirian, ku bayangkan wajahnya yang cantik, ku bayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!”.
Sang pencipta berkata “Baiklah”.
Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan. dan berkata, “Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Ia semakin menyebalkan, aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepadamu. Ambilah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya”.

Sang pencipta balik bertanya, “Kamu tidak dapat lagi hidup dengannya?”. Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. dalam hatinya ia berkata, “apa yang harus ku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?”.

Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untu berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan sahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!” jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar Pria dan Wanita :
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan Pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan Pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa  hormat, dan Pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan Pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan Pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan Pria membutuhkan dorongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar