Sabtu, 23 Juni 2012

Telur Bisa Berdiri?

Mengapa telur dapat berdiri saat gerhana matahari maupun gerhana bulan?

Telur Berdiri

Sebetulnya lebih banyak yang mengatakan bahwa telur hanya dapat berdiri pada gerhana matahari tapi tidak ketika gerhana bulan.
Masyarakat keturunan Tionghoa bahkan percaya telur hanya bisa berdiri ketika Imlek.
Beberapa ikut menambahkan dengan berkata kalau fenomena ini hanya bisa dilakukan selama satu hingga dua jam saja.
Saat gerhana matahari, matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus.
Hal ini menyebabkan resultan gravitasi matahari dan bulan menjadi lebih besar dibandingkan sebelum terjadi gerhana, sehingga mempengaruhi besarnya gravitasi bumi terhadap benda-benda di permukaannya.
Itu sebabnya telur bisa berdiri. Mungkin terdengar ilmiah ya, tetapi sebetulnya tidak. Sebetulnya telur bisa diberdirikan kapan saja. Tidak harus waktu gerhana matahari.
Mendirikan telur di atas permukaan yang kokoh, lurus, dan mulus memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tetapi bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
 
Berikut hasil google dan tips-nya bagaimana mendirikan telur kapan saja, di mana saja asal memungkinkan…

Pertama yang dibutuhkan adalah telur mentah,, boleh telur yang baru dikeluarkan dari kulkas (masih dingin) ataupun yang sudah di luar dan dikeringkan.

Yang kedua hanya perlu tangan yang stabil dan tentunya kemauan dan kesabaran yang baik untuk belajar mendirikan telur. 
Tapi buat yang baru pertama kali memang lebih baik di tempat yang rata dulu, cari posisi telur yang lonjong besar di bawah dulu untuk memudahkan, nanti setelah berhasil maka bisa coba di tempat yang lebih menantang seperti yang saya coba di atas cover kamera kecil yang permukaannya jelas licin dan melengkung.
Pegang telur dengan dua tangan. Prinsipnya adalah membuat telur itu seimbang dan titik beratnya bisa tepat ada di tengah, memang kadang ada telur yang susah seimbang mungkin karena permukaan telur yang terlalu licin atau mungkin bentuk fisiknya kurang simetris sempurna, atau mungkin juga karena kuning telurnya tidak bisa tepat di tengah, sehingga tidak bisa mendapatkan keseimbangan berat (titik massa) di tengah.
Sebagai alat bantu pertama mungkin bisa menggunakan alas kain lap, makin tebal kainnya makin gampang telur berdiri, karena permukaan kain lap akan melengkung mengikuti bentuk telur sehingga bidang yang menopang telur lebih luas, kalau sudah bisa coba dengan alas kertas tipis, makin keras dan licin permukaannya (kaca misalnya) maka makin sulit mendapatkan titik seimbangnya.
Kalau mau cara curang bisa dengan menaburkan garam halus sedikit, lalu berdirikan telur dengan bantuan butir-butir garam, setelah bisa berdiri tiup garamnya sampai bersih! Bisa juga dengan cara curang Columbus yaitu meretakkan sedikit ujung telur sampai bisa berdiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar